Remedial
PENCAK SILAT
Sejarah Permainan Tenis Meja
Terdapat berbagai macam versi awal terciptanya olahraga tenis meja ini. Beberapa sumber mengatakan bahwa permainan ini ditemukan oleh kaum tentara inggris yang ditugaskan ke india atau afrika selatan dan dibawa kembali ke negara mereka, ada juga yang mengatakan awal ditemukannya adalah dari hobi dimana awal mulanya adalah menggunakan meja makan dan bola gabus.
Bagaimana pun awal mula dari kemunculan dari permainan tenis meja tidak mudah diterima oleh masyarakat, karena permainan ini dianggap hanya sebagai permainan yang kurang menantang tidak seperti tenis lapangan. Namun seiring perkembangan zaman muncul inovasi inovasi tenis meja seperti yang dibuat oleh James W Gibb yang menemukan bola seluloid dan EC Goode yang menekan Bat atau pemukul yang dilapisi karet, Penemuan mereka berdua masih digunakan sampai sekarang. Pada tahun 1921-1922 muncul sebuah yang memiliki tujuan menghidukan pamor tenis meja di masyarakat. Kelompok ini diberi nama TTA atau Table Tenis Asosiation di inggris, dan ITTF atau Internatinalle de Table Tenis Federation yang terdiri dari 140 negara. Dengan kemunculan dua organisasi tingkat nasional dan dunia ini membuat pamor tenis meja menanjak dan akhirnya pada tahun 1926 kejuaraan dunia tenis meja pertama dibuka bertempatdi London.
Olahraga ini akhirnya menjalar hingga negara negara asia akhirnya negara Jepang menjadi negara yang unggul pada tahun 1950-1960an. Karena tidak mau lebih jauh tertinggal Cina menyusul kesuksesan jepang pada tahun 1970an. Hingga kini Tenis meja menjadi salah satu cabang olahraga di ajang Sea Games.
Di Indonesia sendiri tenis meja mulai dikenal sejak tahun 1930an pada saat zaman penjajahan oleh Belanda. Saat awal kemunculannya Tenis meja hanya dimainkan oleh orang-orang belanda, namun seiring perkembangan zaman tenis meja mulai di mainkan oleh orang-orang yang bekerja di pemerintahan. Setelah 10 tahun barulah orang orang awam mulai mengenal olahraga tenis meja. Akhirnya terbentuk sebuah organisasi yang disebut Persatuan Pingpong Seluruh Indonesia, namun nama Pingpong diganti menjadi Tenis Meja dengan singkatan PTMSI pada tahun 1951 dan menjadi anggota TTFA atau The Tennis Table Federation of Asia dan pada tahun 1961 menjadi anggota ITTF atau International Table Tennis Federation.
Baca juga : Unsur-Unsur Kebugaran Jasmani Dan Pengertiannya
Sebelum kita beranjak ke pembahasan teknik ada baiknya anda menyiapkan alat yang harus digunakan dalam permainan tenis meja, dan anda tentunya juga harus mengetahui berapa ukuran lapangan atau meja yang akan digunakan untuk olahraga ini. Berikut adalah penjelasan lebih rincinya.
Raket
atau Bet adalah alat yang digunakan pemain untuk memukul bola.
Ketepatan memilih raket adalah hal yang penting untuk pemula, Karena
pemilihan raket yang tepat akan menunjang permainan bagi pemain.
Walaupun tidak ada aturan yang standar dalam pemilihan bentuk dan
ukuran, namun carilah raket yang benar-benar datar pada permukaan
pemukulnya, dan permukaan ini harus ditutupi dengan permukaan berbintik
keluar atau ke dalam. Hal ini bertujuan untuk kenyamanan pemain dalam
memukul bola.
Sebelum
memulai permainan, pemain sebaiknya menyiapkan bola yang bagus untuk
bermain, karena jika salah pilih bola permainan bisa saja terganggu
karena bola yang terbelah akibat pukulan yang terlalu keras. Jika anda
ingin membeli bola carilah bola yang memiliki bintang 2 atau 3, Bintang
ini biasanya terdapat pada setiap bola yang menunjukan kualitasnya. Bola
yang berkualitas bintang 3 adalah standard untuk turnamen-turnamen
resmi. Bola yang baik tentunya anak menghasilkan pantulan yang baik
pula.
Ukuran
lapangan tenis meja yang baik adalah lebar 152 cm x Panjang 274 cm
dengan ketinggian 76 cm dari permukaan tanah. Dan untuk ukuran Netnya
sendiri adalah Panjang sekitar 183 dan tinggi 15 cm. Umumnya lapangan
atau meja permainan ini berbahan dasar dari kayu dan diberi roda di
bawah kakinya hingga mudah untuk dipindahkan. Namun pada meja turnamen
biasanya tidak diberi roda karena dikhawatirkan dapat berpindah tempat
saat pertandingan sedang berlangsung.
Baca juga : Teknik Dasar Bulu Tangkis beserta Penjelasannya
1. Teknik Memegang Bet atau teknik Grip
Grip adalah teknik memegang Bet. Genggaman yang anda gunakan haruslah nyaman, jika tidak anda bisa saja kehilangan kontrol pada saat memukul bahkan Bet bisa terlepas dari tangan anda. Ada 3 Teknik Grip yang bisa anda gunakan.
Teknik
ini adalah teknik yang sering digunakan di benua Eropa dan Amerika.
Dengan menggunakan teknik Shakehand pemain bisa menggunakan 2 sisi
pemukul. Teknik ini adalah teknik yang tepat bila cara bermain anda
adalah permainan jarak jauh. Cara melakukan teknik ini cukup mudah,
yaitu :
Teknik
ini adalah teknik dimana posisi tangan seperti sedang memegang sebuah
pena. Keuntungan penggunaan teknik inin adalah pada teknik Forehand dan
pukulan Backhand yang cepat, teknik ini hanya bisa menggunakan satu sisi
dari bet. Teknik ini sering juga disebut Asia Grip, namun jarang
digunakan karena pemain profesional biasanya pengguna Shakehand Grip.
Cara memegangnya adalah bet mengarah ke bawah dengan pegangan hanya
diapit oleh ibu jari dan telunjuk yang tepat berada diatas bidang
pukulan Bet. Cara ini seperti saat kita memegang pena ketika akan
menulis.
Teknik
ini juga disebut sebagai American Grip teknik ini hampir sama dengan
Shakehand Grip namun yang membedakan adalah jari telunjuk berada tepat
disisi Bet sehingga Bet berada pada sudut 90 derajat dari posisi tubuh.
Dibanding Shakehand teknik ini memiliki banyak kekurangan seperti sulit
melakukan serangan ke sudut,kurang efektif saat bertahan, dan sulit saat
akan melakukan serangan backhand. Namun bukan berarti penggunaan teknik
ini tidak memiliki keuntungan. Keuntungan penggunaan teknik ini adalah
mudah merubah bidang pemukul bola ketika permainan berjalan, lebih mudah
menggerakan pergelangan tangan untuk melakukan forehand dan mudah
menghadang serangan lawan.
Teknik grip adalah teknik yang harus disesuaikan dengan tipe permainan kita dan juga kenyamanan genggaman tangan saat bertanding. Dengan menguasai beberapa teknik grip anda juga bisa mengerti kondisi dan posisi kelemahan dari lawan anda sepeti menggunakan teknik Seemiler Grip yang lemah saat melakukan serangan sudut, jadi anda hanya harus menyesuaikan kondisi Grip yang tepat untuk digunakan.
2. Teknik Stance
Teknik
stance atau teknik bersiap siaga adalah teknik anggota tubuh saat
melakukan penyerangan dan pertahanan ada 3 teknik stance yang dapat anda
gunakan saat bertanding. Yaitu Square Stance, Side Stance dan Open
Stance. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing.
3. Teknik Footwork atau Gerak Kaki
Teknik
ini adalah teknik yang mengatur gerakan kaki pemain. Umumnya dibedakan
menjadi tunggal dan ganda. Footwork yang digunakan permainan tunggal
juga digunakan permainan ganda. Dan jika dilihat dari banyak langkah
footwork untuk permainan tunggal dibedakan menjadi satu langkah, dua
langkah dan tiga langkah atau lebih. Jika dilihat dari arah gerakan
dibedakan menjadi depan,belakang,kiri,kanan dan diagonal. Footwork yang
sering digunakan adalah footwork 2 langkah atau Two Step Footwork
Pemilihan Footwork harus diihat dari jarak antara bola dengan pemain. Bila jarak terlalu pemain dapat melakukan footwork 1 langkah. Saat melakukan ini kita harus memperhatikan jarak bola pada pemain.
Ada beberapa tips agar teknik ini dapat dilakukan dengan efektif. Tekuk lutut sedikit, Titik berat badan bertumpu pada kedua kaki dengan seimbang, kaki agak dijinjit sedikit agar berat badan agar berat badan lebih bertumpu pada ujung kaki.
4. Teknik Pukulan atau Stroke
Teknik
pukulan adalah teknik terpenting dalam Olahraga tenis meja. Karena bila
kita dapat mengatur pukulan sesuai keinginan kita dapat dengan mudah
mengincar titik lemah dari lawan dan menambah skor.
Teknik Pukulan dibagi kedalam 2 macam yaitu teknik pukulan Forehand dan teknik pukulan Backhand berikut adalah penjelasan dari masing-masing.
Pukulan Forehand adalah teknik yang mengutamakan kecepatan dalam memukul bola teknik ini sangat efektif untuk menyerang lawan. Cara menggunakan teknik ini adalah bola harus berada dalam posisi berada pada sisi tangan yang memegang bet. Pukul bola dengan tangan mengarah ke arah sisi lainnya (bila yang memegang tangan kanan maka arah tangan dari kanan ke kiri, begitu pula sebaliknya)
Pukulan Backhand adalah pukulan yang kurang cocok untuk melakukan pukulan keras, karena posisi tangan yang kurang pas untuk mendapat power maksimal dari ayunan tangan. Cara menggunakan teknik ini hampir sama dengan pukulan Forehand hanya saja berbeda pada posisi bola, posisi Bola harus berada di sisi tangan yang tidak memegang Bet.
Ada 5 jenis pukulan dari tenis meja yang pelu juga anda pelajari yaitu Drive, Push, Service, Chop dan Block.
Baca juga : Sejarah Senam Yoga Lengkap
Pertandingan dimimpin oleh 1 wasit dan 1 pembantu wasit. Pertandingan ganda terdiri atas 2 tim yang bertanding, setiap tim beranggotakan 2 orang, pertandingan tunggal terdiri dari 2 orang yang bertanding.
1. Tata Cara Servis dan Pengembalian Bola

3. Pertandingan Dinyatakan Satu Let
Hal ini dapat terjadi apabila :

Sedangkan untuk pemain penyandang cacat, pemain akan mendapat poin jika memakai kursi roda apabila :
Pertandingan dinyatakan dimenangkan oleh pemain/tim apabila telah mendapat poin sebanyak 21 poin, kecuali terjadi juice yaitu poin pemain/tim yang bertanding seimbang sebanyak 20 poin, maka pemain/tim harus menjadikan selisih skor sebanyak 2 poin.
Satu Pertandingan
Sebuah pertandingan terdiri atas hasil terbaik dari keseluruhan set yang berjumlah ganjil seperti best of 3, best of 5, best of 7.
Pemilihan Servis, Penerima dan Tempat
Pencak silat merupakan
olahraga beladiri yang halus, tetapi menyimpan kekuatan yang dahsyat.
Apakah Anda tertarik untuk belajar pencak silat? Selain untuk pembelaan
diri, pencak silat juga mengandung beberapa nilai luhur, antara lain
aspek mental spiritual, aspek beladiri, aspek seni, dan aspek olahraga.
1. Nilai-nilai luhur pencak silat
a. Aspek mental spiritual
Aspek mental spiritual dalam pencak silat, meliputi:
- Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Tenggang rasa, percaya diri, dan disiplin.
- Cinta bangsa dan tanah air.
- Persaudaraan, pengendalian diri, dan tanggung jawab.
- Solidaritas sosial, jujur, membela kebenaran, dan keadilan.
b. Aspek beladiri
Aspek beladiri dalam pencak silat, meliputi:
- Berani dalam membela kebenaran dan keadilan.
- Tahan uji dan tabah.
- Tangguh dan ulet.
- Tanggap, peka, dan cermat.
- Tidak sombong.
- Menggunakan keterampilan gerak perkelahian hanya dalam keadaan terpaksa misalnya untuk keselamatan diri bangsa dan tanah air.
c. Aspek seni
Aspek seni yang terkandung dalam pencak silat, meliputi:
- Mengembangkan pencak silat sebgai budaya bangsa Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai luhur.
- Mengembangkan pencak silat yang diarahkan pada penerapan nilai-nilai kepribadian bangsa.
- Menanggulangi pengaruh kebudayaan asing yang negatif.
- Mampu menyaingi dan menyerap nilai-nilai budaya dari luar yang positif.
- Mencegah penonjolan secara sempit nilai-nilai pencak silat yang bersifat kedaerahan.
d. Aspek olahraga
Aspek olahraga dalam pencak silat, meliputi:
- Pantang menyerah.
- Meningkatkan prestasi.
- Menjunjung tinggi solidaritas.
- Berlatih dan melaksanakan olahraga pencak silat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
2. Cara Melakukan Salam Dalam Pencak Silat
Salam merupakan aspek penting dalam seni
beladiri pencak silat. Selain sebagai pembuka, salam juga menunjukkan
penghormatan kita kepada penonton, dewan juri, dan lawan pada khususnya.
Salam juga menunjukkan aspek kewibawaan yang harus dimiliki oleh
seorang pendekar. Adapun teknis dalam pemberian salam dalam beladiri
pencak silat sebagai berikut.
- Posisi badan dalam keadaan tegak dengan posisi lengan lurus di samping dan kaki dalam keadaan rapat dengan ujung tumit beradu dan membentuk huruf V.
- Kedua tangan membentuk sudut 90º dan dirapatkan di depan dada.
- Kedua lengan direntangkan ke atas sambil mengucapkan doa-doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Kedua tangan diturunkan dan dirapatkan di depan dada sambil mengucapkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan kita sebagai manusia.
- Meluruskan lengan kanan ke depan dengan lima jari terbuka sambil mengucapkan Pancasila.
- Posisi tangan kanan ditarik kembali ke depan dada, seperti pada sikap semula. Kemudian, bersiap untuk melakukan gerakan jurus.
3. Pedoman Arah Dalam Seni Beladiri Pencak Silat
Arah yang harus dipahami dalam seni beladiri pencak silat ialah arah delapan penjuru mata angin, dalam pengertian gerak, yaitu:
- arah belakang;
- serong kiri belakang;
- samping kiri;
- serong kiri depan;
- depan;
- serong kanan depan;
- samping kanan;
- serong kanan belakang.
4. Teknik Dasar Pukulan Dalam Pencak Silat
Pukulan adalah serangan tangan yang
ditujukan untuk mengalahkan lawan. Teknik ini dapat dilakukan dengan
tangan tertutup atau tangan terbuka. Berikut beberapa teknik pukulan
dalam seni beladiri pencak silat.
a. Pukulan depan
- Tinju
Cara melakukannya sebagai berikut.- Tangan dikepalkan.
- Sikap tangan mengenggam
- Sasaran diarahkan pada dagu, leher, atau dada
- Tebak, pukulan telapak tangan
Cara melakukannya sebagai berikut.- Sikap tangan terbuka menghadap ke depan, jari-jari rapat dan lurus ke depan.
- Arah sasaran ditujukan pada dada lawan.
- Dorong, dua telapak tangan
- Sodok, telapak tangan terlentang
Cara melakukannya sebagai berikut- Sikap tangan terbuka, telapak tangan menghadap ke atas, jari-jari rapat dan lurus ke depan.
- Arah sasaran ditujukan pada ulu hati atau dagu.
- Bandul, mengayun kepalan
Cara melakukannya sebagai berikut.- Sikap tangan menggenggam.
- Sasaran ditujukan pada muka atau dada.
b. Pukulan bawah
Pukulan bawah menggunakan lengan atau
tangan dengan lintasan melalui bawah pusat atau dari perut bagian bawah
si penyerang yang diarahkan ke sasaran yang lebih tinggi pada bagian
tubuh yang diserang. 
- Bantul/catok
Cara melakukannya sebagai berikut.- Tangan menggenggam berada di depan perut bagian bawah.
- Ayunkan tangan dengan lintasan ari bawah menuju ke depan atas.
- Sasaran diarahkan pada ulu hati dan dagu sasaran.
- Sanggah, pangkal telapak tangan (serangan ke dagu)
Cara melakukannya sebagai berikut.- Posisi jari-jari tangan terbuka dan berada di depan perut bagian bawah
- Kemudian, tangan diayunkan dengan lintasan dari bawah menuju ke depan atas.
- Sasaran diarahkan pada ulu hati dan dagu sasaran.
- Colok/tusuk
Cara melakukannya sebagai berikut.- Tangan berada di depan perut dengan jari-jari tidak menggenggam.
- Tangan diayunkan dengan lintasan dari bawah menuju ke depan atas.
- Sasaran diarahkan pada leher dan kepala.
c. Pukulan atas
Pukulan atas adalah serangan tangan atau lengan yang dimulai dari atas dan arah lintasannya ke depan bawah.
- Tumbuk
Cara melakukannya sebagai berikut.- Tangan mengenggam menghadap ke bawah dan berada di depan atas kepala.
- Tangan diayunkan diawali dari atas ke arah depan bawah.
- Sasaran di arahkan pada dada dan kepala.
- Pedang
Cara melakukannya sebagai berikut.- Tangan terbuka dan jari-jari rapat dan berada di depan salah satu telinga.
- Tangan diayunkan diawali dari atas menuju arah depan bawah.
- Sasaran diarahkan pada leher dan dagu.
- Ketok
Cara melakukannya sebagai berikut.- Tangan menyerang dimulai dari atas kepala, dengan telapak tangan menghadap ke bawah dan jari-jari rapat agak di tekuk.
- Tangan diayunkan dengan lintasan dari atas atau depan kepala menuju ke depan bawah.
- Sasaran diarahkan pada kepaladan dada atas.
d. Pukulan samping
Pukulan samping adalah serangan tangan atau lengan yang dimulai dari samping dan arah lintasannya ke depan lurus. 
- Pedang, sisi telapak tangan
Cara melakukannya sebagai berikut.- Siku ditekuk sehingga telapak tangan lebih tinggi dari siku.
- Tangan diayunkan ke arah depan mendatar.
- Sasaran diarahkan pada badan dan leher samping.
- Tampar, telapak tangan
- Bandul, dari samping
Cara melakukannya sebagai berikut.- Tangan menggenggam, berada di samping depan badan, siku ditekuk sehingga genggaman berada lebih tinggi dari siku.
- Tangan diayunkan ke arah samping badan agak ke depan mendatar, kemudian ke samping sisi bagian badan lain.
- Sasaran diarahkan pada bagian badan samping dan sendi bahu atau pipi.
- Kepret, punggung tangan
Cara melakukannya sebagai berikut.
e. Pukulan siku
- Arah serangan depan
- Arah serangan samping
- Arah serangan belakang
- Arah serangan serong
- Arah serangan atas
- Arah serangan bawah
Pencak silat selain sebagai seni beladiri juga dipelajari sebagai cabang olah raga yang diperlombakan.
TENIS MEJA
Tenis meja
adalah olahraga yang sangat unik dan menarik untuk dipelajari, berbagai
kalangan menyukai olahraga ini. Begitu pula dengan saya, meskipun hanya
mengerti sedikit tentang permainan ini, namun saya sangat tertarik untuk
mempelajari tenis meja atau ping pong ini. Ini karena permainan Ping
Pong adalah permainan yang tidak terlalu menguras tenaga dan memberi
efek kesenangan yang tinggi bagi saya. Saya sangat menyarankan bagi
pembaca untuk mencoba olahraga kecil ini, karena setelah anda mencobanya
sekali pasti anda akan menyukai olahraga ini. Namun sebelum anda
mencoba olah raga ini ada baiknya anda membaca artikel ini sampai tuntas
untuk wawasan awal anda.
Sejarah Permainan Tenis MejaTerdapat berbagai macam versi awal terciptanya olahraga tenis meja ini. Beberapa sumber mengatakan bahwa permainan ini ditemukan oleh kaum tentara inggris yang ditugaskan ke india atau afrika selatan dan dibawa kembali ke negara mereka, ada juga yang mengatakan awal ditemukannya adalah dari hobi dimana awal mulanya adalah menggunakan meja makan dan bola gabus.
Bagaimana pun awal mula dari kemunculan dari permainan tenis meja tidak mudah diterima oleh masyarakat, karena permainan ini dianggap hanya sebagai permainan yang kurang menantang tidak seperti tenis lapangan. Namun seiring perkembangan zaman muncul inovasi inovasi tenis meja seperti yang dibuat oleh James W Gibb yang menemukan bola seluloid dan EC Goode yang menekan Bat atau pemukul yang dilapisi karet, Penemuan mereka berdua masih digunakan sampai sekarang. Pada tahun 1921-1922 muncul sebuah yang memiliki tujuan menghidukan pamor tenis meja di masyarakat. Kelompok ini diberi nama TTA atau Table Tenis Asosiation di inggris, dan ITTF atau Internatinalle de Table Tenis Federation yang terdiri dari 140 negara. Dengan kemunculan dua organisasi tingkat nasional dan dunia ini membuat pamor tenis meja menanjak dan akhirnya pada tahun 1926 kejuaraan dunia tenis meja pertama dibuka bertempatdi London.
Olahraga ini akhirnya menjalar hingga negara negara asia akhirnya negara Jepang menjadi negara yang unggul pada tahun 1950-1960an. Karena tidak mau lebih jauh tertinggal Cina menyusul kesuksesan jepang pada tahun 1970an. Hingga kini Tenis meja menjadi salah satu cabang olahraga di ajang Sea Games.
Di Indonesia sendiri tenis meja mulai dikenal sejak tahun 1930an pada saat zaman penjajahan oleh Belanda. Saat awal kemunculannya Tenis meja hanya dimainkan oleh orang-orang belanda, namun seiring perkembangan zaman tenis meja mulai di mainkan oleh orang-orang yang bekerja di pemerintahan. Setelah 10 tahun barulah orang orang awam mulai mengenal olahraga tenis meja. Akhirnya terbentuk sebuah organisasi yang disebut Persatuan Pingpong Seluruh Indonesia, namun nama Pingpong diganti menjadi Tenis Meja dengan singkatan PTMSI pada tahun 1951 dan menjadi anggota TTFA atau The Tennis Table Federation of Asia dan pada tahun 1961 menjadi anggota ITTF atau International Table Tennis Federation.
Baca juga : Unsur-Unsur Kebugaran Jasmani Dan Pengertiannya
Sebelum kita beranjak ke pembahasan teknik ada baiknya anda menyiapkan alat yang harus digunakan dalam permainan tenis meja, dan anda tentunya juga harus mengetahui berapa ukuran lapangan atau meja yang akan digunakan untuk olahraga ini. Berikut adalah penjelasan lebih rincinya.
Perlengkapan Yang Diperlukan
Alat atau perlengkapan yang digunakan dalam permainan tenis meja adalah, antara lain:- Raket/Bet Tenis Meja
Raket
atau Bet adalah alat yang digunakan pemain untuk memukul bola.
Ketepatan memilih raket adalah hal yang penting untuk pemula, Karena
pemilihan raket yang tepat akan menunjang permainan bagi pemain.
Walaupun tidak ada aturan yang standar dalam pemilihan bentuk dan
ukuran, namun carilah raket yang benar-benar datar pada permukaan
pemukulnya, dan permukaan ini harus ditutupi dengan permukaan berbintik
keluar atau ke dalam. Hal ini bertujuan untuk kenyamanan pemain dalam
memukul bola.- Bola Tenis Meja
Sebelum
memulai permainan, pemain sebaiknya menyiapkan bola yang bagus untuk
bermain, karena jika salah pilih bola permainan bisa saja terganggu
karena bola yang terbelah akibat pukulan yang terlalu keras. Jika anda
ingin membeli bola carilah bola yang memiliki bintang 2 atau 3, Bintang
ini biasanya terdapat pada setiap bola yang menunjukan kualitasnya. Bola
yang berkualitas bintang 3 adalah standard untuk turnamen-turnamen
resmi. Bola yang baik tentunya anak menghasilkan pantulan yang baik
pula.- Lapangan Tenis Meja
Ukuran
lapangan tenis meja yang baik adalah lebar 152 cm x Panjang 274 cm
dengan ketinggian 76 cm dari permukaan tanah. Dan untuk ukuran Netnya
sendiri adalah Panjang sekitar 183 dan tinggi 15 cm. Umumnya lapangan
atau meja permainan ini berbahan dasar dari kayu dan diberi roda di
bawah kakinya hingga mudah untuk dipindahkan. Namun pada meja turnamen
biasanya tidak diberi roda karena dikhawatirkan dapat berpindah tempat
saat pertandingan sedang berlangsung.Baca juga : Teknik Dasar Bulu Tangkis beserta Penjelasannya
Teknik Permainan Tenis Meja
Tenis meja memiliki 4 teknik dasar yang perlu dikuasai oleh setiap pemain. Penguasaan teknik ini sangat penting bagi pemain, karena semakin kita mengusai 4 teknik dasar ini semakin kita dapat mengusai permainan. Berikut adalah keempat teknik dasar tersebut.1. Teknik Memegang Bet atau teknik Grip
Grip adalah teknik memegang Bet. Genggaman yang anda gunakan haruslah nyaman, jika tidak anda bisa saja kehilangan kontrol pada saat memukul bahkan Bet bisa terlepas dari tangan anda. Ada 3 Teknik Grip yang bisa anda gunakan.
- Teknik Shakehand Grip atau berjabat tangan
Teknik
ini adalah teknik yang sering digunakan di benua Eropa dan Amerika.
Dengan menggunakan teknik Shakehand pemain bisa menggunakan 2 sisi
pemukul. Teknik ini adalah teknik yang tepat bila cara bermain anda
adalah permainan jarak jauh. Cara melakukan teknik ini cukup mudah,
yaitu :- Pegangan Bet berada diantara Ibu jari dan telunjuk.
- Jari telunjuk berada di permukaan bagian bawah Bet.
- Ketiga jari menggenggam erat pemukul.
- Teknik Penhold Grip
Teknik
ini adalah teknik dimana posisi tangan seperti sedang memegang sebuah
pena. Keuntungan penggunaan teknik inin adalah pada teknik Forehand dan
pukulan Backhand yang cepat, teknik ini hanya bisa menggunakan satu sisi
dari bet. Teknik ini sering juga disebut Asia Grip, namun jarang
digunakan karena pemain profesional biasanya pengguna Shakehand Grip.
Cara memegangnya adalah bet mengarah ke bawah dengan pegangan hanya
diapit oleh ibu jari dan telunjuk yang tepat berada diatas bidang
pukulan Bet. Cara ini seperti saat kita memegang pena ketika akan
menulis.- Teknik Seemiller Grip
Teknik
ini juga disebut sebagai American Grip teknik ini hampir sama dengan
Shakehand Grip namun yang membedakan adalah jari telunjuk berada tepat
disisi Bet sehingga Bet berada pada sudut 90 derajat dari posisi tubuh.
Dibanding Shakehand teknik ini memiliki banyak kekurangan seperti sulit
melakukan serangan ke sudut,kurang efektif saat bertahan, dan sulit saat
akan melakukan serangan backhand. Namun bukan berarti penggunaan teknik
ini tidak memiliki keuntungan. Keuntungan penggunaan teknik ini adalah
mudah merubah bidang pemukul bola ketika permainan berjalan, lebih mudah
menggerakan pergelangan tangan untuk melakukan forehand dan mudah
menghadang serangan lawan.Teknik grip adalah teknik yang harus disesuaikan dengan tipe permainan kita dan juga kenyamanan genggaman tangan saat bertanding. Dengan menguasai beberapa teknik grip anda juga bisa mengerti kondisi dan posisi kelemahan dari lawan anda sepeti menggunakan teknik Seemiler Grip yang lemah saat melakukan serangan sudut, jadi anda hanya harus menyesuaikan kondisi Grip yang tepat untuk digunakan.
2. Teknik Stance
Teknik
stance atau teknik bersiap siaga adalah teknik anggota tubuh saat
melakukan penyerangan dan pertahanan ada 3 teknik stance yang dapat anda
gunakan saat bertanding. Yaitu Square Stance, Side Stance dan Open
Stance. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing.- Square Stance adalah posisi badan menghadap tepat kearah meja,teknik ini sangat efektif untuk menerima servis dan siap kembali setelah menerima pukulan dari lawan. Posisi anggota badan saat melakukan teknik Square Stance adalah berat badan ditumpukan pada kedua kaki, lutut agak sedikit ditekuk, kedua lengan bawah pada posisi horisontal dan bagian atas vertikal, badan dicondongkan kearah depan. Dengan posisi ini pemain dapat depan cepat menuju ke segala arah, dapat lebih berfokus pada arah datangnya bola dan dapat mengembalikannya dengan baik.
- Side Stance adalah posisi tubuh menyaping dari meja. Dalam teknik pemain diharapkan dapat melakukan pengembalian bola dan menahan serangan dengan cepat.
- Open Stance Teknik ini adalah hasil modifikasi dari Side Stance dan hanya digunakan untuk backhand block, posisi tubuh adalah kaki kiri agak terbuka dan sedikit ke depan dan sebaliknya untuk pemain kidal.
3. Teknik Footwork atau Gerak Kaki
Teknik
ini adalah teknik yang mengatur gerakan kaki pemain. Umumnya dibedakan
menjadi tunggal dan ganda. Footwork yang digunakan permainan tunggal
juga digunakan permainan ganda. Dan jika dilihat dari banyak langkah
footwork untuk permainan tunggal dibedakan menjadi satu langkah, dua
langkah dan tiga langkah atau lebih. Jika dilihat dari arah gerakan
dibedakan menjadi depan,belakang,kiri,kanan dan diagonal. Footwork yang
sering digunakan adalah footwork 2 langkah atau Two Step FootworkPemilihan Footwork harus diihat dari jarak antara bola dengan pemain. Bila jarak terlalu pemain dapat melakukan footwork 1 langkah. Saat melakukan ini kita harus memperhatikan jarak bola pada pemain.
Ada beberapa tips agar teknik ini dapat dilakukan dengan efektif. Tekuk lutut sedikit, Titik berat badan bertumpu pada kedua kaki dengan seimbang, kaki agak dijinjit sedikit agar berat badan agar berat badan lebih bertumpu pada ujung kaki.
4. Teknik Pukulan atau Stroke
Teknik
pukulan adalah teknik terpenting dalam Olahraga tenis meja. Karena bila
kita dapat mengatur pukulan sesuai keinginan kita dapat dengan mudah
mengincar titik lemah dari lawan dan menambah skor.Teknik Pukulan dibagi kedalam 2 macam yaitu teknik pukulan Forehand dan teknik pukulan Backhand berikut adalah penjelasan dari masing-masing.
Pukulan Forehand adalah teknik yang mengutamakan kecepatan dalam memukul bola teknik ini sangat efektif untuk menyerang lawan. Cara menggunakan teknik ini adalah bola harus berada dalam posisi berada pada sisi tangan yang memegang bet. Pukul bola dengan tangan mengarah ke arah sisi lainnya (bila yang memegang tangan kanan maka arah tangan dari kanan ke kiri, begitu pula sebaliknya)
Pukulan Backhand adalah pukulan yang kurang cocok untuk melakukan pukulan keras, karena posisi tangan yang kurang pas untuk mendapat power maksimal dari ayunan tangan. Cara menggunakan teknik ini hampir sama dengan pukulan Forehand hanya saja berbeda pada posisi bola, posisi Bola harus berada di sisi tangan yang tidak memegang Bet.
Ada 5 jenis pukulan dari tenis meja yang pelu juga anda pelajari yaitu Drive, Push, Service, Chop dan Block.
- Drive adalah pukulan dengan ayunan terpanjang dari tangan anda. Pukulan ini menghasilkan bola yang cepat, keras dan mendatar.
- Push adalah pukulan backspin yang pasif, digunakan untuk membalas pukulan backspin lawan. Pukulan ini bertujuan agar bola melambung tidak terlalu tinggi.
- Chop adalah pukulan backspin yang biasa digunakan untuk bertahan
- Block adalah pukulan yang dilakukan saat menahan serangan dari lawan. Pukulan ini dilakukan saat bola telah memantul dari meja. Ini bertujuan agar lawan tidak bisa melancarkan serangan dengan cepat.
- Service adalah pukulan yang dilakukan saat pertandingan akan dimulai.
Baca juga : Sejarah Senam Yoga Lengkap
Peraturan Pertandingan Tenis Meja
Setelah mempelajari sejarah, alat dan tekniknya, kini kita akan membahas peraturan dari olahraga tenis meja. Mempelajari peraturan dari tenis meja tentu sangat wajib, karena bila terjadi kesalahan yang tidak kita sadari itu bisa berakibat fatal.Pertandingan dimimpin oleh 1 wasit dan 1 pembantu wasit. Pertandingan ganda terdiri atas 2 tim yang bertanding, setiap tim beranggotakan 2 orang, pertandingan tunggal terdiri dari 2 orang yang bertanding.
1. Tata Cara Servis dan Pengembalian Bola

- Servis dimulai dengan bola berada pada tangan yang tidak memegang Bet.
- Bola harus dilambungkan ke atas dan tidak berputar setinggi kurang lebih 16 cm.
- Saat memukul bola harus menyentuh area sendiri baru melewati net dan menyentuh meja lawan.
- Servis harus dilakukan dari belakang batas akhir meja. Dan bola tidak boleh dihalangi oleh apapun dari pandangan pemain penerima.
- Setelah bola dilambunkan ke atas tangan pemain yang tidak memegang bet harus disingkirkan dari antara bola dan net.
- Meyakinkan Wasit dan Wasit pembantu adalah tanggung jawab pemain agar servis dianggap benar atau salah.
- Jika Wasit atau wasit pembantu merasa ragu sah tidaknya atas servis yang dilakukan maka wasit dapat mengehentikan pertandingan dan memberi peringatan pada pemain yang melakukan servis, namun jika terjadi keraguan untuk kedua kalinya servis dianggap tidak sah.
- Wasit dapat melonggorkan aturan Servis bila pemain mengalami cacat.
- Pengembalian bola dilakukan dengan cara bola dipukul sehingga melewati net bagian atas dan menyentuh meja lawan ( bola boleh menyentuh net asalkan mendarat di area lawan)
- Permainan Tunggal : Pemain 1 dan 2 adalah lawan tanding, pemain 1 melakukan servis, kemudian pemain 2 melakukan pengembalian lalu pemain 1 dan 2 melakukan pengembalian bola secara bergantian.
- Permainan Ganda : Pemain 1 dan 2 adalah team dan pemain 3 dan 4 adalah team yang lain, Pemain 1 melakukan servis, kemudian pemain 3 atau 4 melakukan pengembalian, Pemain 2 melakukan pengembalian lagi dan pemain 3 atau 4 menyesuaikan siapa yang melakukan pengembalian kedua, jika yang pertama melakukan pengembalian adalah pemain 3 maka yang melakukan kedua adalah pemain ke 4 dan begitu seterusnya sampai rally berakhir.
- Aturan lainnya Permainan Ganda, Jika pemain adalah penyandang cacat dan harus duduk di kursi roda, maka tidak ada aturan pengembalian bola, namun jika salah satu dari bagian kursi roda melewati batas maka dianggap point bagi lawan.
3. Pertandingan Dinyatakan Satu Let
Hal ini dapat terjadi apabila :- Servis yang tidak sempurna atau menyentuh Net dan di kembalikan oleh pemain lawan.
- Servis dilakukan saat pemain lawan tidak siap atau pemain lawan tidak berusaha memukul bola.
- Gagal melakukan servis/pengembalian yang sesuai peraturan bahwa hal itu diluar kontrol pemain.
- Saat permainan dihentikan oleh wasit atau pembantu wasit.
- Jika pemain menggunakan kursi roda dan servisnya benar atau tidak.
- Setelah memantul dari meja penerima arah pantulan menuju net.
- Bola berhenti di meja penerima.
- Bola keluar setelah mengenai bagian samping meja penerima.
- Untuk memulai percepatan waktu.
- Mengkoreksi servis,pengembalian dan tempat.
- Menghukum dan memperingatkan pemain atau penasehat.
- Kondisi pemain tidak memungkinkan dan mempengaruhi hasil reli.

- Pemain mendapat point apa bila reli tidak dinyatakan set a limit.
- Lawan gagal melakukan servis atau pengembalian yang benar.
- Saat Servis bola menyentuh apa saja selain net dan daerah meja lawan sebelum dipukul oleh salah satu pemain.
- Jika Bola keluar tanpa menyentuh meja terlebih dahulu.
- Salah satu pemain menyentuh meja.
- Pemain sengaja memukul bola 2 kali secara beruntun.
- Bola dipukul tidak menggunakan bagian Daun Bet.
- Pemain menggerakkan meja.
- Tangan pemain yang tidak memegang bet menyentuh meja.
- Untuk permainan ganda pemain melakukan pengembalian tidak sesuai urutan.
- Pemain mendapat poin jika expedite diberlakukan dan Pemain dapat mengembalikan bola sebanyak 13 kali setelah servis.
Sedangkan untuk pemain penyandang cacat, pemain akan mendapat poin jika memakai kursi roda apabila :- Lawan tidak pada posisi duduk yang telah ditentukan yaitu belakang paha tidak menyentuh saat memukul bola.
- Tangan lawan menyentuh bola sebelum memukul bola.
- Kaki lawan menyentuh lantai ketika pertandingan berjalan.
- Ketika kursi roda lawan melewati garis tengah meja.
Pertandingan dinyatakan dimenangkan oleh pemain/tim apabila telah mendapat poin sebanyak 21 poin, kecuali terjadi juice yaitu poin pemain/tim yang bertanding seimbang sebanyak 20 poin, maka pemain/tim harus menjadikan selisih skor sebanyak 2 poin.
Satu Pertandingan
Sebuah pertandingan terdiri atas hasil terbaik dari keseluruhan set yang berjumlah ganjil seperti best of 3, best of 5, best of 7.
Pemilihan Servis, Penerima dan Tempat- Urutan servis, penerima bola atau tempat harus diputuskan oleh undian dan pemenangnya dapat memiliuh servis atau menerima bola atau memilih tempat.
- Jika pemenang undian telah menentukan memilih servis/menerima bola atau tempat maka lawan dapat memilih yang tidak dipilih
- Jika poin telah mencapai 2 poin, servis harus di lakukan oleh tim lawan dan begitu seterusnya hingga game selesai. Kecuali poin pemain menjadi seimbang sebanyak 10 poin atau expidite diberlakukan maka pemain hanya melakukan servis sebanyak 1 kali secara bergantian.
- Pada pertandingan ganda, pemain yang melakukan servis pertama harus menentukan siapa yang akan melakukan servis terlebih dahulu dan penerima bola harus menentukan siapa yang menerima terlebih dahulu. Pada set selanjutnya Tim yang melakuka servis pertama harus menentukan siapa yang akan melakukan servis dan yang menerima adalah orang yang melakukan servis kepadanya saat set sebelumnya.
- Pertandingan ganda, saat pindah servis penerima sebelumnya menjadi pelaku servis dan orang yang menjadi pelaku servis sebelumnya menjadi penerima.
- Pemain yang melakukan servis pertama menjadi penerima saat set berikutnya. Namun pada set terakhir pertandingan ganda pasangan yang menerima bola harus merubah urutan apabila telah mencapai 5 poin.
- Pemain harus bertukar tempat saat: set berikutnya telah dimulai dan pada set penentuan apabila poin telah mencapai 5 poin.
- Sistem percepatan waktu terjadi setelah 10 menit dalam satu game, atau kapan saja jika diminta oleh kedua pemain/tim.
- Sistem percepatan waktu diberhentikan dalam satu game jika skor telah mencapai 18 poin.
- Jika set masih berjalan maka harus dihentikan oleh wasit dan dilanjutkan dengan mengulang servis oleh pelaku servis saat set berawal, jika bola keluar atau mati maka permainan dilanjutkan dengan pelaku servis adalah penerima pada set sebelumnya.
- Saat Expedite di berlakukan pemain hanya melakukan satu kali servis secara bergiliran, namun jika pemain penerima dapat melakukan 13 kali pengembalian maka pemain penerima mendapat poin
- Expedite tidak dapat merubah urutan servis dan penerima.
- Expedite harus terus berjalan hingga pertandingan selesai setelah diberlakukan.
Softball adalah olahraga bola beregu
yang terdiri dari 2 tim. Softball merupakan permainan yang memerlukan
kecepatan dan ketepatan, artinya permainan ini memerlukan kecepatan
dalam berlari, kecepatan serta ketepatan dalam memukul dan melempar
bola. Permainan Softball
termasuk olahraga beregu yang dapat dikelompokkan ke dalam permainan
bola pukul. Sekilas permainan ini mirip permainan bola kasti, tetapi
dalam permainan Softball benar-benar membutuhkan ketangkasan dan
menguras banyak pikiran.
Sejarah Permaninan Softball
Di Indonesia Softball mirip dengan permainan Bola Kasti. Softball lahir di Amerika Serikat dan diciptakan oleh Hancock pada tahun 1887 di kota Chicago. Pada saat itu Softball dikenal dalam bentuk permainan dalam ruangan atau ditempat tertutup, namun pada tahun 1930 di ubah menjadi permainan di lapangan terbuka oleh H. Fiscer dan M.J Panley. Pertama kali softball masuk agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) di Indonesia pada penyelenggaraan PON ke VII di Surabaya.
Peraturan Dalam Permainan Softball
Menurut Suranto (2010 : 16) regu yang mendapat giliran memukul, maka setiap pemain mendapatkan kesempatan tiga kali memukul dengan ketentuan bila pukulan yang pertama atau kedua baik pemukul harus segera lari.
Peraturan yang penting untuk diperhatikan pemain sebagai berikut :
Peraturan Untuk Pemain Softball
Lapangan Permainan Softball
Dalam permainan yang sebenarnya, permainan softball pada sebuah lapangan yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran :
Peralatan pokok yang digunakan dalam permaian softball terdiri atas alat pemukul, bola, sarung tangan, dan tempat hinggap (base).
Minimal peralatan yang dibutuhkan dalam sebuah pertandingan softballl termasuk sebuah bola.
1. Bola
Softballl menggunakan bola berwarna putih atau kuning dengan benang grip berwarna merah, yang sebelumnya berwarna putih dengan grip putih. Bola terbuat dari kulit yang di dalamnya terdiri atas campuran gabus dan karet. Lingkaran bola 30 cm dan berat bola 190 gram.
2. Sarung tangan (glove)
Dikenakan oleh seluruh pemain bertahan untuk menangkap bola, sementara first baseman dan catcher mengenakan mitt (glove mempunyai jari, sedangkan mitt tidak).
3. Tongkat pemukul (bat)
yang digunakan dalam pertandingan resmi adalah bat khusus yang diperuntukkan untuk softballl. Ketentuan pemakaian dan kharakteristik bat yang boleh digunakan tertuang dalam peraturan Federasi Sofbol Internasional.
4. Batter helmet
dipakai untuk melindungi kepala seorang batter dari terjangan bola dan cidera, sementara pakaian pelindung (protective gear) untuk seorang penangkap bola (catcher), dan sepatu pool (cleats).
5. Uniform atau seragam
Tiap pemain menggunakan baju, celana, dan topi yang seragam atau berwarna dasar sama.Semakin tinggi tingkat pertandingannya, semakin ketat dalam peraturan seragamnya. Semua peralatan dan perlengkapan itu adalah wajib bagi setiap tim dalam melaksanakan pertandingan resmi
Teknik-Teknik Dasar Bermanin Softball
Adapun teknik-teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan softball antara lain adalah:
1. Pitching
Sejarah Permaninan Softball
Di Indonesia Softball mirip dengan permainan Bola Kasti. Softball lahir di Amerika Serikat dan diciptakan oleh Hancock pada tahun 1887 di kota Chicago. Pada saat itu Softball dikenal dalam bentuk permainan dalam ruangan atau ditempat tertutup, namun pada tahun 1930 di ubah menjadi permainan di lapangan terbuka oleh H. Fiscer dan M.J Panley. Pertama kali softball masuk agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) di Indonesia pada penyelenggaraan PON ke VII di Surabaya.
Peraturan Dalam Permainan Softball
Menurut Suranto (2010 : 16) regu yang mendapat giliran memukul, maka setiap pemain mendapatkan kesempatan tiga kali memukul dengan ketentuan bila pukulan yang pertama atau kedua baik pemukul harus segera lari.
Peraturan yang penting untuk diperhatikan pemain sebagai berikut :
- Satu regu terdiri dari 9 orang pemain
Setiap regu terdiri dari 9 orang yaitu: pitcher posisi 1, catcher posisi 2, tim bertahan memiliki 7 orang fielder yang terbagi dalam 4 penjaga daerahd alam (infielder) dan 3 orang penjaga daerah luar (outfielder). Bagian dalam yaitu: penjaga base satu (1st base) posisi 3, penjaga base dua (2nd base)posis 4, Penjaga antara base dua dan tiga (shortstop)posisi 6 , dan penjaga base tiga (3rd base) posisi 5. Sedangkan penjaga luar terdapat di sebalah kiri (left fielder) posisi 7, tengah (center) posisi 8, dan kanan (right fielder) posisi 9. dalam permainan ada 2 regu yang berlawanan. - Pergantian pemain harus memberitahukan kepada umpire/ wasit
- Pemain yang sudah diganti tidak boleh bermain lagi
Peraturan Untuk Pemain Softball
- Untuk menentukan siapa yang menjadi partai penjaga (home team/ HT) dan siapa partai pemukul (Visiting team/VT) harus dilakukan undian / toss dengan uang logam.
- Permainan dilakukan dalam 7 inning. Untuk pertandingan antar sekolah dapat dibatasi dengan waktu 1 ½ jam, tetapi dengan catatan sudah mencapai inning penuh (perjanjian setempat).
- Apabila satu regu tidak datang dilapangan pada waktu bertanding, regu dinyatakan kalah dan regu yang menang mendapat nilai 7-0.
- Nilai tidak dihitung bila terjadi bersamaan dengan terjadinya out yang ke-3 di first-base atau dikatuk ditempat lain (sebelum mencapai base)
- Menurut Faridha (2010 : 18) setiap pelari dengan pukulan yang baik dan dapat kembali dengan selamat melampaui “home base” mendapatkan nilai 1 (satu)
- Dalam permainan softball, pemain jaga dapat dibedakan menjadi dua yaitu : infielders ialah left fielders, center fielders, dan right fielders.
- Posisi jaga mereka diluar lapangan segi empat.
Lapangan Permainan Softball
Dalam permainan yang sebenarnya, permainan softball pada sebuah lapangan yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran :
- Panjang tiap–tiap sisinya: 16,76 meter
- Jarak home base ke tempat pelempar: 13,07 meter
- Tempat pelempar bending: 60 x 15 cm
- Terdapat tiga tempat hingga pelari yang dinamakan Base, yakni base I, base II, base III sedangkan base IV merupakan temapy memukul, ukuran base itu sendiri 38 x 38 cm kecuali IV (home base) berukuran 42,5-43 x 21,5 cm
Peralatan pokok yang digunakan dalam permaian softball terdiri atas alat pemukul, bola, sarung tangan, dan tempat hinggap (base).
Minimal peralatan yang dibutuhkan dalam sebuah pertandingan softballl termasuk sebuah bola.
1. Bola
Softballl menggunakan bola berwarna putih atau kuning dengan benang grip berwarna merah, yang sebelumnya berwarna putih dengan grip putih. Bola terbuat dari kulit yang di dalamnya terdiri atas campuran gabus dan karet. Lingkaran bola 30 cm dan berat bola 190 gram.
2. Sarung tangan (glove)
Dikenakan oleh seluruh pemain bertahan untuk menangkap bola, sementara first baseman dan catcher mengenakan mitt (glove mempunyai jari, sedangkan mitt tidak).
3. Tongkat pemukul (bat)
yang digunakan dalam pertandingan resmi adalah bat khusus yang diperuntukkan untuk softballl. Ketentuan pemakaian dan kharakteristik bat yang boleh digunakan tertuang dalam peraturan Federasi Sofbol Internasional.
4. Batter helmet
dipakai untuk melindungi kepala seorang batter dari terjangan bola dan cidera, sementara pakaian pelindung (protective gear) untuk seorang penangkap bola (catcher), dan sepatu pool (cleats).
5. Uniform atau seragam
Tiap pemain menggunakan baju, celana, dan topi yang seragam atau berwarna dasar sama.Semakin tinggi tingkat pertandingannya, semakin ketat dalam peraturan seragamnya. Semua peralatan dan perlengkapan itu adalah wajib bagi setiap tim dalam melaksanakan pertandingan resmi
Teknik-Teknik Dasar Bermanin Softball
Adapun teknik-teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan softball antara lain adalah:
1. Pitching
Pitcher harus berdiri di pitcher's plate atau kedua kaki cukup menyentuh
plate dengan tumit ujung kaki. Pitcher harus menghadap ke batter.
Pitcher harus memegang bola jika akan melakukan pitching dan harus di
depan badan. Pada waktu melakukan pitching, pitcher hanya boleh
melangkah satu langkah ke depan/ke arah batter dan gerakan harus
simultan. Putaran lengan hanya satu kali (ke belakang). Pitcher hanya
boleh menahan bola selama 30 detik. Antar kotak bola dengan glove paling
cepat 2 glove. Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan tersebut di
atas oleh pitcher, dinyatakan ilegal pitch (tidak sah), Jika terjadi
ilegal pitch, bola dinyatakan mati, pelari dari base maju satu base,
pemukul (batter) memperoleh tambahan bola
2. Throwing (melempar)
Melempar sama pentingnya dalam mematikan laju lawan dalam permainan softball maupun baseball, baik ketika lawan menjadi batter maupun menjadi runner. Semua gerakan ini memerlukan tingkat koordinasi dan akurasi yang tinggi. Prinsip dari gerakan melempar harus serangkaian gerak yang dipecah menjadi beberapa segmen atau bagian.Atau bisa disebut juga gerak berantai. Dengan memperhatikan gerakan melempar, pertama kali yang dilakukan pemain pada saat melempar yaitu memindahkan berat badannya dari kaki belakang ke kaki depan. Jadi yang bekerja ialah tungkai terlebih dahulu, dilihat dari tumpuannya bagian pangkal atau yang kuat bekerja lebih dahulu. Dari pangkal berturut-turut ke segmen diatasnya terus sampai ke bagian ujung yaitu jari tangan.
3. Catching (menangkap)
Menangkap bola adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pemain untuk dapat menguasai bola dengan bantuan glove dari hasil pukulan atau lemparan teman. Keterampilan menangkap bola perlu dilatih dengan baik dan tekun untuk mencapai teknik yang benar.
4. Batting (memukul)
Pemukul harus berdiri di dalam batter's box, sebab jika salah satu kaki keluar dari batter's box pada waktu pemukul bola dan kena, baik fair ball maupun foul ball, maka dinyatakan mati (out). Pemukul harus sesuai urutan pemukul atau harus sesuai dengan daftar pemain yang ada di panitia. Apabila terjadi out ke-3 (mati ke-3) pada waktu seorang batter belum menyelesaikan gilirannya maka dia akan menjadi pemukul pertama pada inning berikutnya.
5. Sliding (meluncur)
Sliding adalah teknik gerakan meluncur badan untuk mencapai ke base yang dituju dengan tidak mengurangi kecepatan dengan kaki atau tangan menyentuh base. Tujuan melakukan sliding adalah dapat mencapai base tanpa mengurangi kecepatan dan menghindari ketikan atau sentuhan lawan dengan cara menjatuhkan diri, memegang base dengan kaki ataupun dengan tangan terlebih dahulu
6. Base running (lari antar base)
Setelah memukul bola, batter harus segera berlari menuju base I, tanpa menoleh kearah manapun. Karena khusus base I, pelari yang telah menginjak base tidak dimatikan walaupun tidak menempel di base. Ketentuan ini tidak berlaku di base II, atau III. Terkecuali di base IV atau home base karena pelari langsung masuk. Untuk itu kemampuan pelari harus menggunakan lari cepat (sprint), dengan teknik lari sprint : berlari dengan ujung kaki, ayunan lengan tidak tegang, badan condong ke depan dan paha di angkat tinggi. Jika akan melewati lebih dari satu base (home run) mengambil tikungan sebaiknya tidak terlalu dekat dengan base tetapi ± 2-4 meter sudah melakukan lari menikung.
Cara Bermain Softball
Softball dimainkan oleh dua tim di lapangan softball. Setiap tim minimal memiliki 9 pemain dan selebihnya merupakan cadangan. Permainan terdiri dari 9 babak yang disebut inning. Di dalam satu inning, tim yang bertanding masing-masing mempunyai kesempatan memukul (batting) untuk mencetak angka (run). Ketika tim yang menyerang mendapat giliran memukul, seorang pelempar bola (pitcher) tim bertahan melemparkan bola kearah penangkap bola (catcher) sekencang-kencangnya agar bola tidak dapat dipukul.Tim yang mendapat giliran memukul bergantian seorang demi seorang untuk memukul bola. Tim yang berjaga berusaha mematikan anggota tim yang mendapat giliran memukul. Tim yang mendapat giliran memukul mendapat kesempatan 3 kali mati (out) sebelum giliran memukul digantikan tim yang bertahan.
Skor atau run dihasilkan dari seorang runner berlari menginjak semua base secara berurutan dan kembali menginjak home plate. Setiap pelari yang berhasil mengelilingi dan menginjak home plate mendapat satu angka. Waktu permainan ditentukan oleh inning. Setiap tim mendapat giliran memukul sampai 3 kali out dan mematikan tim lawan 3 kali out, disebut 1 inning. Dalam tiap pertandingan sofbol durasi permainan setidaknya 7 inning tergantung situasi, atau lama waktu 2 jam. Setelah menghabiskan inning, tim yang mencetak angka (run) terbanyak menjadi pemenang.
Jika dalam inning yang ditentukan waktu sudah habis dan kedua belah tim dalam keadaan seri, inning tambahan dimainkan sampai salah satu tim keluar sebagai pemenang. Kondisi itu disebut ie break atau seri. Pada permulaan permainan, tim yang menjadi tuan rumah (home team) mendapat giliran melempar sedangkan tim tamu (visitor) mendapat giliran memukul.
2. Throwing (melempar)
Melempar sama pentingnya dalam mematikan laju lawan dalam permainan softball maupun baseball, baik ketika lawan menjadi batter maupun menjadi runner. Semua gerakan ini memerlukan tingkat koordinasi dan akurasi yang tinggi. Prinsip dari gerakan melempar harus serangkaian gerak yang dipecah menjadi beberapa segmen atau bagian.Atau bisa disebut juga gerak berantai. Dengan memperhatikan gerakan melempar, pertama kali yang dilakukan pemain pada saat melempar yaitu memindahkan berat badannya dari kaki belakang ke kaki depan. Jadi yang bekerja ialah tungkai terlebih dahulu, dilihat dari tumpuannya bagian pangkal atau yang kuat bekerja lebih dahulu. Dari pangkal berturut-turut ke segmen diatasnya terus sampai ke bagian ujung yaitu jari tangan.
3. Catching (menangkap)
Menangkap bola adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pemain untuk dapat menguasai bola dengan bantuan glove dari hasil pukulan atau lemparan teman. Keterampilan menangkap bola perlu dilatih dengan baik dan tekun untuk mencapai teknik yang benar.
4. Batting (memukul)
Pemukul harus berdiri di dalam batter's box, sebab jika salah satu kaki keluar dari batter's box pada waktu pemukul bola dan kena, baik fair ball maupun foul ball, maka dinyatakan mati (out). Pemukul harus sesuai urutan pemukul atau harus sesuai dengan daftar pemain yang ada di panitia. Apabila terjadi out ke-3 (mati ke-3) pada waktu seorang batter belum menyelesaikan gilirannya maka dia akan menjadi pemukul pertama pada inning berikutnya.
5. Sliding (meluncur)
Sliding adalah teknik gerakan meluncur badan untuk mencapai ke base yang dituju dengan tidak mengurangi kecepatan dengan kaki atau tangan menyentuh base. Tujuan melakukan sliding adalah dapat mencapai base tanpa mengurangi kecepatan dan menghindari ketikan atau sentuhan lawan dengan cara menjatuhkan diri, memegang base dengan kaki ataupun dengan tangan terlebih dahulu
6. Base running (lari antar base)
Setelah memukul bola, batter harus segera berlari menuju base I, tanpa menoleh kearah manapun. Karena khusus base I, pelari yang telah menginjak base tidak dimatikan walaupun tidak menempel di base. Ketentuan ini tidak berlaku di base II, atau III. Terkecuali di base IV atau home base karena pelari langsung masuk. Untuk itu kemampuan pelari harus menggunakan lari cepat (sprint), dengan teknik lari sprint : berlari dengan ujung kaki, ayunan lengan tidak tegang, badan condong ke depan dan paha di angkat tinggi. Jika akan melewati lebih dari satu base (home run) mengambil tikungan sebaiknya tidak terlalu dekat dengan base tetapi ± 2-4 meter sudah melakukan lari menikung.
Cara Bermain Softball
Softball dimainkan oleh dua tim di lapangan softball. Setiap tim minimal memiliki 9 pemain dan selebihnya merupakan cadangan. Permainan terdiri dari 9 babak yang disebut inning. Di dalam satu inning, tim yang bertanding masing-masing mempunyai kesempatan memukul (batting) untuk mencetak angka (run). Ketika tim yang menyerang mendapat giliran memukul, seorang pelempar bola (pitcher) tim bertahan melemparkan bola kearah penangkap bola (catcher) sekencang-kencangnya agar bola tidak dapat dipukul.Tim yang mendapat giliran memukul bergantian seorang demi seorang untuk memukul bola. Tim yang berjaga berusaha mematikan anggota tim yang mendapat giliran memukul. Tim yang mendapat giliran memukul mendapat kesempatan 3 kali mati (out) sebelum giliran memukul digantikan tim yang bertahan.
Skor atau run dihasilkan dari seorang runner berlari menginjak semua base secara berurutan dan kembali menginjak home plate. Setiap pelari yang berhasil mengelilingi dan menginjak home plate mendapat satu angka. Waktu permainan ditentukan oleh inning. Setiap tim mendapat giliran memukul sampai 3 kali out dan mematikan tim lawan 3 kali out, disebut 1 inning. Dalam tiap pertandingan sofbol durasi permainan setidaknya 7 inning tergantung situasi, atau lama waktu 2 jam. Setelah menghabiskan inning, tim yang mencetak angka (run) terbanyak menjadi pemenang.
Jika dalam inning yang ditentukan waktu sudah habis dan kedua belah tim dalam keadaan seri, inning tambahan dimainkan sampai salah satu tim keluar sebagai pemenang. Kondisi itu disebut ie break atau seri. Pada permulaan permainan, tim yang menjadi tuan rumah (home team) mendapat giliran melempar sedangkan tim tamu (visitor) mendapat giliran memukul.





Komentar
Posting Komentar